Tenun Kata

Jika kata bukan lah hujan untuk tanah, sudah pasti itu hanya kuburan yang pindah tempat

Kisah memberi nama

1 Comment


Ceritanya satu kelompok anak muda di forum academia ntt, sebuah mailing list, mencoba mencari nama untuk web atau blog bersama.

Ternyata sulit sekali menemukan satu kata yang mewakili NTT. Dalam pengertian yang dalam, sulit sekali menemukan satu kata yang mewakili budaya NTT. Secara administratif memang jalinan pulau ini punya rantai birokrasi, sedangkan kultur bersama hampir dapat dikatakan orang NTT masing-masih hidup dalam rumah budayanya masing-masing, tanpa saling tahu, rumah budaya yang lainnya.

Rumah budaya itu batasnya adalah bahasa. Misalnya idiom-idiom yang dikenal Orang Kupang, tidak dikenal oleh orang di Manggarai misalnya. Atau idiom yang dikenal Orang Rote tidak diketahui Orang Alor yang tidak pernah ke Kupang. Atau idiom dari Orang Solor tidak diketahui oleh Orang Sumba.

Kondisi kepulauan mungkin salah satu sebabnya.

Dan, kalau mau dilihat lebih jauh lagi, para intelektual NTT umumnya hanya mengetahui rumah budaya dirinya sendiri, sedangkan kalau berusaha mencari irisan budaya NTT, maka akan langsung teringat pada idiom-idiom Berbahasa Indonesia.

Secara khusus, simbol-simbol budaya NTT itu cukup kaya, tapi tidak cukup baik dikuasai oleh anak-anak mudanya. Memikirkan nama blog/web, di satu sisi mengingatkan bahwa modal budaya kita ternyata cukup minim. Karena hampir tidak ada kata yang menjadi tempat bertemu sekian rumah budaya di NTT.

Apa sih budaya asli populer NTT? Pertanyaan ini muncul sejenak. Meneropong lebih jauh, hampir sulit sekali untuk menemukannya. Kalau tidak muncul istilah pemerintahan, maka muncul istilah keagamaan. Tapi budaya yang melintasi itu tidak ada. Jadi minim sekali budaya yang melintasi beragam etnis di NTT. Maka jangan heran…kalau situasi kita memang terkotak-kotak, atau pun terpisah.

Budaya ini penting, karena secara sukarela orang bertemu dengan orang dari mana saja. Yang terjadi, bisa dikatakan interaksi antar budaya di NTT bisa dikatakan cukup minim. Jadi nama NTT memang lebih ada karena alasan administratif sebenarnya. Timor menjadi nama lain yang kuat, karena sebelum menjadi NTT di tahun 1958—dan bagian dari Sunda Kecil (nama yang diberikan M.Yamin). Nama Residen Timor lah nama yang dipakai Belanda. Maka jangan heran orang Alor pung dikenal dengan nama Orang Timor. Timor itu nama residen. Kalau etnis bisa disebut ‘Orang Dawan’, atau yang lainnya.

Terasa sekali kalau kita jarang bertamu dan hidup dalam budaya yang berbeda. Artinya kita bisa menyebut ama, moat, enu, eja, kraeng, umbu, rambu, ina, dan sebutan pendek lainnya. Tapi tidak lebih dari itu, berhentinya cuma sampai pada makian.

Pengalaman tinggal di Jogja, mengingatkan beta, dengan mudah mencari idiom bersama untuk orang Jogja. Misalnya: Angkringan, atau juga yang dikenal dengan warung koboi, sego kucing, atau HIK Solo—Hidangan Istimewa Kampung, atau apa saja. Ini kita belum masuk dalam budaya populer lain, seperti wayang, dan lainnya.

Ini menjadi pertanyaan tersendiri juga, karena coba kita lihat teater di NTT itu mati. Dulu di era Belanda, malah ada beberapa kelompok.

Nah, kalau Kupang banyak sekali, dengan gampang kita temukan. Tapi coba cari satu idiom popular yang mewakili orang NTT. Saya tiba di jalan buntu. Terasa silang budaya antara berbagai rumah budaya di NTT masih kurang terjadi. Kalau pun ada itu formal, dan tidak bisa melintasi.

Budaya pop anak muda pun sama. Semuanya mengekor lagu pop Jakarta. Tidak mampu mengembangkan budaya pop khas NTT. Mungkin ini yang tidak ada. Kenapa ya?

Ya, kita masih harus mencari. Atau apa ada yang sudah menemukan?

Author: Elcid

He is a social researcher from Timor.

One thought on “Kisah memberi nama

  1. No problem…..”Keanekaragaman” budaya NTT adalah “kekayaan”. Ini adalah ciri khas. Kita berharap, anak mudanya menghargai “perbedaan” itu menjadi khazanah pemersatu.
    Terima kasih, sdh ngisi comment di blog sy. Kita berharap, kedepan kita terus bekerjasama utk memberikan sumbangsih pemikiran utk bangsa dan NTT.

    Hormat saya,
    ttd
    ooyi
    *************************************
    http://www.nuakita.com
    (nuakita community & org. founder )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s